|
Mengantisapasi kejahatan jalanan selama arus mudik lebaran, Polres Situbondo menyiapkan 12 personel penembak jitu. Para penembak ini disiagakan di sepanjang jalur pantura Situbondo. "Rata-rata para pemudik utamanya yang menggunakan roda dua dipastikan akan membawa uang banyak, soalnya untuk membeli kebutuhan hari raya di kampungnya, dan itu perlu diantasipasi,
" tegas Kapolres Situbondo, AKBP Imam Thobroni, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (27/08/2010).
Pengkonsentrasian para penembak jitu akan dimaksimalkan di kawasan hutan Baluran. Setiap personel bersenjata lengkap standart pengamanana bank, serta berpakaian lengkap. "Dan tempatnya terus berpindah jadi tidak akan mungkin diketahui oleh para pelaku tindak kejahatan di jalan," tandas Imam lagi. Penyiagaan penembak jitu ini bukan baru kali ini diterapkan. Pada musim mudik 2009 lalu, sejumlah penembak jitu dari personel Brimob juga disiagakan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di Pantura Situbondo. Sementara itu, mengantisipasi padatnya jalur lalu lintas pantura Situbondo menjelang musim mudik 2010, Polres Situbondo memperbanyak jumlah pos pantau lalu lintas (Lalin). Pos pantau lalin itu disiagakan di sepanjang jalur pantura Situbondo, utamanya di kawasan hutan Baluran.
JALUR RAWAN KECELAKAAN
Bagi anda yang hendak pulang ke kampung halaman untuk mewaspadai jalur-jalur rawan longsor dan banjir. Cuaca yang tidak menentu membuat beberapa kawasan di pulau Jawa rawan longsor dan banjir.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengantisipasi beberapa titik rawan banjir dengan melakukan normalisasi sungai. Namun intensitas hujan yang diperkirakan terus mengguyur membuat beberapa tempat masih rawan banjir ringan.
"Sungai Blorong (Kendal, Jateng) sudah dinormalisasi sebagai antisipasi banjir. Pati-Juanda (Kudus) jalannya juga sudah ditinggikan," kata Wakil Menteri PU RI Kirmanto Dardak kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 27 Agustus 2010.
Kementrian PU mencatat terdapat 22 titik rawan longsor dan banjir yang patut diwaspadai oleh para pemudik di sepanjang pulau Jawa. Sedangkan untuk pasar tumpah, Kementrian PU mencatat terdapat 12 titik pasar tumpah yang ada di sepanjang jalur pantura Jawa Barat.
"Untuk pasar tumpah kami berkoordinasi dengan pemda setempat untuk mengatur pasar tumpah agar meminimalisir kemacetan," jelasnya.
Berikut 22 titik rawan longsor dan banjir yang dicatat oleh Kementrian PU:
1. Jawa Barat: Jonggol, Cipanas, Cianjur, Garut, Wanayasa, Wado, Kuningan, Ciamis. 2. Jawa Tengah: Ajibarang, Wangon, Banyumas, Banjarnegara, Magelang, Boyolali serta Patuk, Yogyakarta. 3. Jawa Timur: Mantingan, Trenggalek, Kediri, Lumajang, Probolinggo, Jember dan Ketapang.
12 titik pasar tumpah: Cikampek, Sukamandi, Ciasem, Pusaka Negara, Sukra, Patrol, Eretan Wetan, Kandang Haur, Kertasmaya, Gubug, Mundu dan Gebang.
Pasar lain yang bisa menimbulkan kemacetan antara lain Bangkir, Karangampel, Celancang, Jamblang, minggu, Plered, Kue dan Losari |